MENDAPATKAN PROFESSOR PEMBIMBING DI JEPANG SECARA MANDIRI





Kenapa saya katakan secara mandiri? Karena memang selama ini ada kecenderungan bahwa untuk mendapatkan Professor di Jepang harus ada rekomendasi dari seseorang yang dikenal baik oleh Professor tersebut. Tidak dipungkiri memang, masyarakat jepang sebagai bangsa berbudaya ketimuran sangat menghargai rekomendasi dari orang-orang yang mereka kenal secara baik, sehingga satu rekomendasi saja sangat berpengaruh pada keputusan sang Professor, apakah kita akan diterimanya atau tidak. Budaya seperti ini masih berlaku sampai sekarang.
Namun seiring dengan perkembangan pendidikan secara global, sebuah universitas dituntut untuk mampu memberi pelayanan yang lebih baik lagi kepada mahasiswa dan calon mahasiswanya agar mereka dapat memberikan performa yang membanggakan bagi universitas. Begitu juga dengan universitas-universitas di jepang. Mereka mulai berlomba-lomba menggaet prospective student dari luar jepang sebagai salah satu cara untuk lebih dikenal di dunia Internasional. Professor di tiap universitas dituntut untuk lebih terbuka dalam menerima mahasiswa bimbingan. Di sinilah kesempatan kita.
Kementrian pendidikan jepang (MEXT) meluncurkan suatu program yang disebut Global COE (Center Of Excellent) Program dan Global 30 Program dengan mengikutsertakan beberapa universitas besar seperti University of Tokyo, Kyoto University, Nagoya University, Osaka Univeristy, dan Tohoku University, Waseda University, Tokyo Institute of Technology, Keio University. (anda bisa melihat labelnya di homepage universitas tersebut). Sangat menyenangkan untuk apply di universitas-universitas tersebut karena Professornya lebih terbuka dalam menerima mahasiswa dan penuh keramah-tamahan. Beasiswa yang ditawarkan juga lebih banyak dan variatif. Biasanya tiap universitas punya graduate program andalan sehingga diberi jatah beasiswa monbukagakusho lebih besar; Kyoto University dengan Energy Sciencenya, Osaka University dengan Engineering Sciencenya, dst. Ada juga beasiswa lain seperti Yoshida Scholarship, Fujitsu, Panasonic, dan Hitachi.
Untuk menentukan Professor mana yang cocok dengan bidang anda, silahkan cek ke situs Lab.nya. anda bisa mulai mencarinya dari homepage univesitas - Faculty - Department - Division - akan tampil list Professor beserta bidangnya, lalu pilih lab mana yang akan anda kunjungi dengan mengklik link situs Lab yang disediakan. Perhatikan publikasi Professor tersebut, semakin banyak berarti semakin bagus. Lihat juga dimana publikasinya dilakukan, apakah dijurnal bergengsi atau tidak. Kalau publikasinya sudah sampai di Nature atau Science, berarti Prof.nya bisa diandalkan. Dari segi usia juga berpengaruh, karena senioritas sangat kental di jepang. Prof. yang lebih tua biasanya lebih mudah mendapatkan jatah beasiswa karena masih disegani oleh koleganya yang lebih muda.
Kelengkapan alat di lab. juga penting karena menunjang kualitas dan kecepatan penelitian anda. Ingat beasiswa yang diberikan punya batas waktu, jadi anda harus bisa kejar tayang sejak dari awal memulai pendidikan. Terakhir, perhatikan apakah Prof. tersebut pernah atau sedang menerima mahasiswa asing di labnya. Semakin banyak mahasiswa asingnya berarti semakin baik kualitas lab. yang anda tuju.
Berikut ini saya tampilkan contoh surat pertama kepada seorang calon Professor:
Dear Prof.Shigeo Asai

I would like to introduce myself. My name is viko ladelta, 24
years old male, Indonesian.  I am a master student in Chemistry
Department, Graduate Program, Andalas University , Indonesia.I am
learning in inorganic material chemistry, especially magnetic
nanomaterials.


I am preparing my master thesis about synthesis of magnetite (Fe3O4)
nanoparticle under Professor. Syukri Arief supervision. I am trying to
find green synthesis method for synthesis this magnetic material by
utilizing Iron Ores of West Sumatera as Precursor and several cheap organic substances as additive. If my research
going finel, I will get my M.Sc in early 2011 (March).


After long time surf in internet looking for magnificent
laboratory, I found your lab web page. It is my passion looking for an
opportunity to continue my study in doctoral degree.  If you don’t
mind, I would like to joint in your lab. For financial support, I will
try to apply any scholarship that possible to joint in.

I hope that you could accept me as your doctorate student. Herein i attach my CV for your further consideration.


I really sorry for wasting your time to read my email and sorry for
disturbing your activity.


Thank you very much for your kindness,

Best regards,

Viko Ladelta

Hal terpenting dari perkenalan anda adalah Curriculuum Vitae (CV). Buatlah CV yang menarik dan ringkas. Hal yang perlu ditampilkan selain data-data pribadi anda adalah judul tesis, IPK, lama studi, pengalaman penelitian, seminar internasional, beasiswa yang pernah diterima dan publikasi yang pernah dilakukan. Tampilkan data-data tersebut dalam bahasa inggris dan se WAHHHH mungkin. Jika anda punya blog atau pernah menulis di situs-situs yang relevan dengan sains, sebutkan dalam CV anda, sehingga nanti ketika calon Prof. mengoogle anda maka visibility anda di internet akan tinggi. Jangan lupa untuk mencantumkan reference; boleh pembimbing, dosen atau dekan pada bagian akhir CV anda.
Last but not least, jangan pernah takut untuk mencoba. Selalu ada peluang. Seperti yang pernah dikatakan oleh pembimbing saya, Prof.Dr.Syukri Arief : Jumlah Prof. di Jepang itu ribuan orang, sudah berapa persen dari mereka yang anda apply?
Kiat-kiat yang saya sebutkan di atas sudah dipraktekan oleh Anggi Eka Putra (akan segera memulai S3 pada April mendatang di Doshisa University), Viko Ladelta (sedang menunggu hasil seleksi di Kyoto University, mohon doanya ya), Dewi Oktavia (diterima oleh Prof. di Osaka University) dan Veny Dayu Putri (mendapatkan LoA dari University of Tokyo).
Selamat mencoba…….
Ditulis Oleh : Viko Ladelta dan Anggi Eka Putra
 

comment 6 komentar:

Fhadilla Irwandy on 26 Februari 2013 02.36 mengatakan...

Nice sharing, salam kenal ya, boleh bagi email yang bisa dihubungi?

viko mengatakan...

Salam kenal juga. Terima kasih sudah berkunjung. Email saya vikoladelta@gmail.com

Agustina Ari Murti Budi Hastuti on 20 Agustus 2013 04.27 mengatakan...

Halo mas, saya mau tanya, di email pertama sebaiknya langsung di attach proposal penelitian atau tidak ya? terima kasih

viko mengatakan...

Halo Juga. Wahh maaf saya telat balasnya karena sibuk kerjaan di lab. Sebaiknya jangan dulu, karena proposal penelitian biasanya akan diminta oleh professor setelah dia tertarik untuk menerima kita.

Nurush Shobahah on 29 Januari 2016 17.43 mengatakan...

Thank you so much mas viko n mbak anggi.. Salam kenal yaaa.. emank deh orang minang tu habat2 n baik hati.. he..
I will try.. Minta do'anya..
Saya simpan kontak emailnya yaaa..

Beby Fitriah Nitani on 29 April 2016 21.04 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

Delete this element to display blogger navbar

 
© The Viko's Emporium | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger